full screen background image

Baru Sebahagian Tuntutan Masyarakat Adat Dibayarkan JOB PPS

SORONG, penapapuanews.com – Perjuangan masyarakat adat Salawati Tengah dan Salawati Selatan menerima penghargaan dari perusahaan minyak JB PPS yang pindah di wilayah adat mereka akhirnya terjawab dengan didukungnya ganti rugi lahan dari 36 sumur.

Kuasa Hukum Masyarakat Salawati Selatan dan Salawati Tengah, Oktovianus Mambraku, SH saat dihubungi media ini, Sabtu (23/2) mengatakan, perjuangan mendapatkan persetujuan untuk meningkatkan dana bantuan menggantikan dana cadangan 36 ladang minyak yang ada di wilayah adat masyarakat Salawati adat cukup panjang dan melelahkan.

“Saya selaku memberi kuasa hukum yang dipercayakan kepada masyarakat adat Salawati Selatan dan Tengah untuk menyelesaikan masalah ini setiap kali surat yang kami sampaikan kepada pemerintah juga kepada pihak perusahaan apakah tidak pernah digubris membuat masyarakat melakukan demo besar-besaran dan ingin semua kran dari sumur minyak dan gas di daerah Salawati Tengah dan Selatan, ”terang Otto sapaan dari penguasa hukum masyarakat adat Salawati Tengah dan Selatan.

Menurut Otto, pembayaran ganti rugi yang dibayarkan pihak perusahaan JOB PPS kepada 10 marga di Salawati Selatan dan Tengah sesuai berita acara hanya untuk 36 lokasi sumur yang dipakai, sementara ada beberapa item yang belum dibayarkan pihak JOB PPS seperti sungai Maralol, tanaman tumbuh, jalan masuk lokasi sumur, hiline dan beberapa item lainnya.

“Item ini bukan mengada-ada tetapi sudah dibahas beberapa kali antara lain tanggal 10 Desember 2018 dan tanggal 23 Januari 2019 yang ketika itu semua pihak bersepakat untuk melaksanakan pertemuan lanjutan dua minggu berikutnya yakni sekitar tanggal 6 Pebruari 2019, namun hingga saat ini pertemuan tersebut belum dilaksanakan,” terang Otto.

Dikatakan Otto, pertemuan lanjutan ini tidak dilaksanakan maka tidak tertutup rapat masyarakat akan diadakan rapat untuk meminta digelar rapat kembali untuk membahas beberpa barang yang belum direalisasikan oleh pihak perusahan.

Oleh karena itu Otto mengharapkan agar pihak perusahaan memiliki itikad baik untuk mengadakan pertemuan yang telah disetujui pada tanggal 23 Januari 2019 setelah pelaksanaan pembayaran 36 lokasi sumur milik 10 masyarakat adat Salawati Tengah dan Selatan. (Jason / **)

Bagikan :



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *